Inilah kami ENAM MATA BADIK. Orang mungkin menginterpretasikan dengan makna yang berbeda atau mungkin kalian berpikir kami adalah segerombolan pengacau yang tiba-tiba muncul untuk sebuah penyucian dosa. Tidak bisa kami elakan bahwa kami memang pernah melakukan hal paling usil sebagai enam pemuda yang juga pernah ingin bebas sebagai manusia.
Berawal dari pertemuan yang tak direncanakan, lalu mendapat dogma yang sedikit ekstrim sebagai pemula untuk mengenal sastra secara totalitas. Kami menyadari bahwa proses menjadi manusia dengan belajar menulis sastra adalah hal paling menyenangkan. Di sana kami menapaki setapak jalan dan tak kenal lelah walau pun perut kami tak terisi, karena bagi kami sastra adalah jalan hidup kami. Sastra akan membawa ketentraman bagi siapa pun yang mencintainya secara menyeluruh. Kami belajar menulis cinta lewat tangkai-tangkai senja dan merangkai kata lewat air mata.
Berawal dari pertemuan yang tak direncanakan, lalu mendapat dogma yang sedikit ekstrim sebagai pemula untuk mengenal sastra secara totalitas. Kami menyadari bahwa proses menjadi manusia dengan belajar menulis sastra adalah hal paling menyenangkan. Di sana kami menapaki setapak jalan dan tak kenal lelah walau pun perut kami tak terisi, karena bagi kami sastra adalah jalan hidup kami. Sastra akan membawa ketentraman bagi siapa pun yang mencintainya secara menyeluruh. Kami belajar menulis cinta lewat tangkai-tangkai senja dan merangkai kata lewat air mata.




















